MUI Kaji Mata Uang Kripto, Begini Penjelasan Dewan Syariah Nasional MUI soal Kriteria Mata Uang

- Jumat, 18 Juni 2021 | 08:22 WIB
Representasi dari cryptocurrency virtual Bitcoin. (REUTERS/Edgar Su)
Representasi dari cryptocurrency virtual Bitcoin. (REUTERS/Edgar Su)

 

HALLO BOGOR - Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) melakukan kajian untuk menentukan fatwa halal atau haramnya bertransaksi aset uang kripto.

Kajian ini, dalam rangka merespons peningkatan perdagangan aset kripto di kalangan masyarakat. Meskipun fatwa tersebut belum dikeluarkan, dikarenakan kajian masih berjalan, dan masih dalam tahap proses.

Sekretaris Badan Pelaksana Harian (BPH) DSN-MUI, Prof Jaih Mubarok, menjelaskan cryptocurrency merupakan mata uang digital yang dibuat melalui proses dengan teknik enkripsi yang dikelola jaringan peer to peer.

Baca Juga: Wujud Cinta Tanah Air, MenPAN-RB Atur Jadwal untuk Apel Pagi dan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Karenanya, hal ini termasuk dalam domain siyasah maliyyah yang eksistensinya bergantung pada ketentuan dan atau keputusan otoritas yang setidaknya memenuhi kriteria uang.

Demikian disampaikan Muhammad Rawas Qal‘ah Ji dalam kitab al-Mu‘amalat al-Maliyyah al-Mu‘ashirah fi Dhau’ al-Fiqh wa al-Syari‘ah

Mengutip pendapat Qal‘ah Ji di atas yang menekankan aspek legalitas uang, Prof Jaih menjelaskan uang (nuqud) adalah sesuatu yang dijadikan harga (tsaman) oleh masyarakat.

Baca Juga: Walt Disney Tayang Animasi 'Luca', Kisah Petualangan Monster Laut Berubah Wujud Jadi Manusia

“Baik terdiri dari logam atau kertas yang dicetak maupun dari bahan lainnya, dan diterbitkan lembaga pemegang otoritas” kata Jaih dalam laman resmi MUI yang dikutip Hallobogor.om, Kamis, 17 Juni 2021.

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Tags

Terkini

Ulasan Waktu Bersedekah yang Tepat, Simak yuk?

Kamis, 24 November 2022 | 20:05 WIB

Lirik Sholawat jibril, Shallallahu Ala Muhammad

Sabtu, 19 November 2022 | 01:55 WIB
X