Hallo Pertamina Harus Bagaimana Ini, Kabupaten Garut Kini Alami Krisis Elpiji Bersubsidi

- Minggu, 14 Maret 2021 | 18:04 WIB
Di Garut kekurangan pasokan gas elpiji bersubsidi. (Dok. Priangan Timur News/Edi Mulyana)
Di Garut kekurangan pasokan gas elpiji bersubsidi. (Dok. Priangan Timur News/Edi Mulyana)

Meminta tambahan stok gas subsidi itu karena saat ini di pasaran telah terjadi peningkatan permintaan masyarakat untuk kebutuhan memasak dan kegiatan usahanya.

Akibat kekurangan gas subsidi itu, seringkali pemerintah daerah yang disalahkan. Seperti momentum libur panjang seperti saat ini, terjadi peningkatan permintaan masyarakat.

Baca Juga: Pengusaha Hiburan Bisa Bernafas Lega Bukan Sekarang, Wagub DKI Jakarta Masih Tunggu ini

"Jika masyarakat Garut bergejolak akibat kelangkaan elpiji, mereka pasti datang ke pemerintah daerah. Padahal biasanya 4- 5 bulan ke belakang masyarakat Garut adem, intinya Pertamina harus mendengar ajuan dari pemda karena pemda punya hitungan-hitungan sendiri untuk memenuhi kebutuhan prasejahtera," katanya.

Salah seorang pengecer gas subsidi di Kampung Lengkong Kaler, Desa/Kecamatan Samarang, Garut, Yatno mengatakan setiap sepekan sekali hanya disediakan stok 30 tabung, jumlah itu langsung habis hanya dalam satu sampai dua hari, selebihnya masyarakat harus mencari gas ke tempat lain.

Ia sangat berharap ada penambahan stok gas subsidi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan usaha di kampungnya. Idealnya membutuhkan 100 tabung gas setiap pekan.

"Gas habis terus, misalkan hari ini dikirim 30 tabung, dua hari atau paling lama tiga hari sudah habis lagi, berikutnya nunggu dikirim lagi," katanya.

Sementara itu, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Kabupaten Garut belum dapat memberikan keterangan terkait minimnya stok untuk menjaga ketersediaan gas saat momentum libur panjang.***

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Tags

Terkini

X