Pengusaha Real Estat Makin Optimis, Salah Satunya Karena PPN Ditanggung Pemerintah

- Rabu, 3 Maret 2021 | 09:47 WIB
Pemerintah yang membebaskan pajak pembelian rumah alias Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah. (Instagram.com/@perumahan_pupr)
Pemerintah yang membebaskan pajak pembelian rumah alias Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ditanggung pemerintah. (Instagram.com/@perumahan_pupr)

Baca Juga: Fraksi PAN Angkat Bicara Terkait Pencabutan Perpres Investasi Miras oleh Presiden

Secara keseluruhan, ia mengatakan insentif ini bisa memberikan dampak positif kepada sektor lain maupun industri penunjang properti yang saat ini tercatat mencakup 174 industri dan lebih dari 350 UMKM.

Baca Juga: Selamat Jalan Presenter Rina Gunawan, Istri Aktor Teddy Syah Itu Telah Tiada

"Kita akan gaspol untuk melaksanakan (kebutuhan rumah) kalangan menengah dan menengah atas. Kita akan menjalankan amanah yang dipercayakan pemerintah untuk membangkitkan properti," katanya.

Meski demikian, Paulus juga mengharapkan adanya dukungan dari semua pemangku kepentingan seperti pemerintah, pengusaha dan masyarakat agar pemulihan sektor properti dapat berjalan lebih optimal selama masa pandemi.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian insentif fiskal untuk sektor perumahan berupa PPN ditanggung pemerintah untuk rumah tapak dan rumah susun (rusun) selama enam bulan mulai Maret hingga Agustus 2021.

Baca Juga: ShopeePay Sukses Pimpin Dompet Digital, Berdasarkan Hasil Riset Digital NeuroSensum

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK.010/2021 menyatakan PPN untuk rumah dengan harga jual hingga Rp2 miliar dibebaskan 100 persen dan untuk harga jual Rp2 miliar-Rp5 miliar dikenakan 50 persen.

Salah satu alasan pemberian insentif ini adalah kontribusi sektor properti kepada Produk Domestik Bruto (PDB) yang terus meningkat dari hanya 7,8 persen pada 2000 menjadi 13,6 persen pada 2020.

Namun, pandemi COVID-19 telah menyebabkan sektor properti mengalami kontraksi hingga tercatat minus 2 persen pada 2020. Sektor konstruksi juga mengalami pertumbuhan minus 3,3 persen dalam periode ini.***

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Tags

Terkini

IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 6.793

Rabu, 18 Mei 2022 | 18:26 WIB

BI: Inflasi Mei 2022 Diprediksi 2,65 Persen

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:45 WIB
X