Bima Arya Ungkap yang Tersulit bagi Pemimpin adalah Menyatukan antara Kata dan Perbuatan

- Kamis, 15 Juli 2021 | 09:46 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya.  (Dok. Kotabogor.go.id)
Wali Kota Bogor, Bima Arya. (Dok. Kotabogor.go.id)

HALLO BOGOR - Bagian tersulit menjadi pemimpin adalah harus menyatukan antara kata dan perbuatan.

Ketika semua satu frekuensi, maka sistem akan bekerja dan arahan atau instruksi akan ditaati.

Namun, jika ada senjang antara perkataan dan perbuatan dari seorang pemimpin, maka tidak akan ada yang jalan.

Baca Juga: Bertemu Cargill, Menteri Bahlil Nyatakan Siap Membantu Realisasikan Rencana investasi

Hal ini disampaikan Wali Kota Bogor, Bima Arya saat menjadi narasumber Pelaksanaan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (Stula PKP) Angkatan I dan lV Tahun 2021 Kejaksaan RI secara virtual di Pendopo VI, Kota Bogor, Rabu, 14 Juli 2021.

“Itu menjadi faktor paling utama yang saya rasa paling tidak mudah, tapi itu harus saya lakukan. Ketika para kepala dinas saya minta untuk all out merespon warga, sebagai wali kota saya juga harus responsif."

"Ketika semua saya minta untuk tidak main-main dengan jam kerja, saya juga tidak boleh senang-senang saat jam kerja. Ketika saya minta semua untuk berkolaborasi, maka saya harus mencontohkan. Ketiga faktor utama tadi dilakukan, maka segalanya akan jauh lebih efektif,” papar Bima Arya.

Baca Juga: Bantuan Oksigen dari PT Pupuk Kujang Cikampek Amankan Kebutuhan RSUD 1-2 Hari ke Depan

Kepada para peserta Stula PKP Kejaksaan Rl, Bima Arya menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada warga.

Di antaranya, penerapan Smart City di Kota Bogor, Mal Pelayanan Publik, aplikasi pengaduan dan sebagainya.

Untuk melengkapinya kapasitas keahlian, jajaran Pemkot Bogor secara rutin mengundang para pakar di bidangnya untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

Baca Juga: BUMN Dapat PNM Tunai Rp72,44 T, Non Tunai Rp3,4 T dan Tambahan PNM Rp33,9 T untuk Tangani Covid

Sementara untuk warga, Pemkot Bogor memanfaatkan literasi digital melalui layanan berbasis informasi teknologi.

“Hari ini adalah hari dimana kita harus berkolaborasi dan bersinergi, kita tidak bisa sendiri. Libatkan elemen pentahelix (pemerintah, sektor private, kampus, komunitas dan media)."

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Tags

Terkini

X