Kisah Hercules Dari Pasukan Tenaga Bantuan Operasi Samapai Jadi Penguasa Tanah Abang

23 Januari 2023
Hercules Ancam Wartawan Usai Diperiksa KPK: Media Ngaco, Provokator! Rosario de Marshall, yang lebih dikenal sebagai Hercules adalah seorang gangster dan broker politik asal Indonesia yang berasal dari Timor Timur. Hercules adalah seorang portir untuk TNI-AD pada masa integrasi Timor Timur Rosario de Marshall jadi remaja yang tumbuh dalam kekacauan di tanah kelahirannya. Remaja ini lahir sekitar 1960-an. Ketika Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) memasuki kawasan Timor Pada pertengahan 1970-an, ada dua kubu bertikai di negeri kelahirannya: kelompok pro-kemerdekaan yang bernama Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin) melawan kelompok pro-integrasi dengan Republik Indonesia. Setelah melewati berbagai kekacauan, dia dijadikan Tenaga Bantuan Operasi (TBO) di lingkaran korps baret merah yang bertugas di Timor Timur. Dalam komunikasi ABRI di radio, Rosario punya nama sandi. Dia diberi nama mirip jagoan Yunani Kuno, Hercules. Panggilan itu sulit untuk tidak diterima banyak pihak. Laki-laki ini memang dikenal sangar dan bernyali besar, seperti Hercules yang kuat dalam mitologi Yunani. Kala itu korps baret merah masih bernama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda) dan beberapa saat kemudian berubah menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Suatu ketika dalam operasi yang dilakukan Kopassus, Hercules mengalami kecelakaan. Tangan kanannya patah. Dia pun lantas dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto di Jakarta. Itu terjadi sekitar tahun 1988. Namun, nahas, tangan kanannya tidak bisa tertolong dan harus diamputasi. Tak tahan dengan perawatan di RSPAD, Hercules pun kabur dari rumah sakit. Ia akhirnya terjerumus ke dalam "lembah hitam" Tanah Abang. Bersama teman-temannya dari Timor Timur, Hercules kemudian membangun daerah kekuasaannya di Tanah Abang. Kelompok yang tadinya kecil itu tumbuh sangat masif. Ia bahkan pernah membawahkan hampir 17.000 "personel" yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Hercules menyebut Tanah Abang sebagai daerah tak bertuan, di mana kerap terjadi pembacokan dan perkelahian antarpreman. "Waktu itu saya masih tidur di kolong-kolong jembatan. Tidur enggak bisa tenang. Pedang selalu menempel di badan. Mandi juga selalu bawa pedang sebab setiap saat musuh bisa menyerang," ungkapnya. Seperti dalam film-film mafia, ada masa seorang gangster harus tumbang oleh saingannya setelah menikmati masa kejayaan. Hercules dan pengikutnya juga demikian. Mereka harus kehilangan wilayah Tanah Abang setelah dikalahkan oleh Muhammad Yusuf Muhi alias Ucu Kambing beserta pengikutnya pada 1996. Lama setelah konflik antara dua jagoan itu, Hercules yang kalah dan tersingkir tetap disegani. “Hercules sebenarnya orang baik. Anak buahnya yang ngotorin namanya. Tapi itu dulu. Sekarang saya berteman baik dengan Hercules. Dia memang orang baik,” kata Ucu. Baca selengkapnya di artikel "Kisah Klasik Hercules, Tentara, dan Preman", https://tirto.id/dalL ======================================================== Pastikan Subscribe untuk tahu berita terupdate di Bogor Bogorprime.com mengulas seputar berita Bogor hari ini Instagram : @bogor.prime Twitter : @bogorprime website : www.bogorprime.com #beritabogorhariini #Newsbogor

Video Lainnya

\
X