Meluasnya Pemberitaan Miring Tentang PPN, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

- Selasa, 14 September 2021 | 19:07 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin 13 September 2021. (Dok. kemenkeu.go.id)
Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin 13 September 2021. (Dok. kemenkeu.go.id)

HALLO BOGOR - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjawab isu yang berkembang di masyarakat terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Hal tersebut menjadi bahasan di Komisi XI DPR RI pada Senin 13 September 2021 yang lalu. 

Sri Mulyani menegaskan pengenaan PPN atas barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, dan jasa pendidikan hanya akan diterapkan secara terbatas.

Baca Juga: Siap Undur Diri dari FDA, 2 Orang Pakar Ini Ungkap Hal Berbeda Terkait Booster Vaksin Covid-19

Menurut Sri Mulyani bisa saja kita bicara tentang hal yang sama yaitu makanan pokok, pendidikan, maupun kesehatan namun range dari konsumsi ini bisa dari yang sangat basic hingga yang paling sophisticated.

PPN ini dikenakan pada barang kebutuhan pokok tertentu yang dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan tinggi dan tentu ini nanti akan dibuat kriterianya,” ungkap Sri Mulyani, dikutip Hallobogor.com dari laman Kemenkeu, Selasa 14 September 2021.

Untuk jasa kesehatan, pengenaan ditujukan terhadap jasa kesehatan yang dibayarkan tidak melalui sistem jaminan kesehatan nasional (BPJS).

Misalnya, jasa klinik kecantikan/estetika, operasi plastik yang sifatnya nonesensial.

Baca Juga: Horeee! Kabar Gembira Bagi Warga DKI Jakarta, Ancol Kembali Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Halaman:

Editor: Fidelis Batalinus

Sumber: kemenkeu.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasad Kunjungi SMP Tempatnya Bersekolah Dulu

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB
X