Orang Jepang dan China Ogah Kawin, Tak Mau Punya Anak, Populasi Global Menurun Tajam, Punya Anak Jadi Beban

- Sabtu, 17 September 2022 | 10:07 WIB
Angka kelahiran dunia merosot tajam. (Foto Ilustrasi - pixabay.com/id)
Angka kelahiran dunia merosot tajam. (Foto Ilustrasi - pixabay.com/id)

HALLO BOGOR – Selama 70 tahun terakhir, tingkat kesuburun dan angka kelahiran di seluruh dunia merosot hingga 50 persen.

Banyak penduduk ogah punya anak, ingin hidup lajang, tak mau menikah. Anak dianggap beban, bukan lagi rezeki.

Tahun 1952, rata-rata keluarga memiliki lima anak, sementara saat ini setiap keluarga umumnya tidak memiliki lebih dari tiga anak.

Baca Juga: Periode Emas Segera Tiba! Karier Shio Ini Bakal Menanjak di Akhir Tahun, Banyak Peluang dan Kesempatan Menanti

Di kawasan Asia, Jepang dan China dihadapkan dengan krisis populasi di depan mata.

Tingkat perkawinan dan kelahiran di dua negara itu terendah sepanjang sejarah.

Dikutip dari The Guardian, dalam laporan terbaru, angka pria dan wanita di Jepang yang tidak ingin menikah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Baca Juga: Persija Jakarta Vs Madura United: Yusuf Helal Janji Cetak Gol, Madura United Waspadai Aksi Michael Krmencik

Data Institut Nasional Kependudukan dan Jaminan Sosial, ditemukan bahwa 17,3 persen pria dan 14,6 persen wanita berusia antara 18 dan 34 tahun di Jepang mengatakan mereka tidak berniat untuk menikah.

Halaman:

Editor: Yohanes Nabut

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X