BI dan Bank Negara Malaysia Perbarui Perjanjian Swap Senilai Rp28 Triliun

- Rabu, 28 September 2022 | 11:13 WIB
Ilustrasi pembaruan perjanjian swap bilateral Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia. (BI)
Ilustrasi pembaruan perjanjian swap bilateral Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia. (BI)

HALLO BOGOR - Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia telah memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal.

Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam keterangan pers yang diperoleh Hallobogor.com, Rabu (28 September 2022).

Perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal tersebut dalam istilah resmi disebut Local Currency Bilateral Swap Arrangement atau LCBSA.

Baca Juga: Pelecehan Rasial Paling Biadab, Richarlison Dilempari Pisang, Setelah Vinicius Jr Disamakan dengan Monyet

Kedua bank sentral menandatangani pembaruan perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal tersebut pada 23 September 2022, kata Perry.

Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua belah pihak dapat melakukan swap bilateral dalam mata uang lokal dari masing-masing negara.

Kedua bank sentral dapat melakukan swap bilateral dalam mata uang lokal dari masing-masing negara hingga senilai RM8 miliar atau Rp28 triliun.

Baca Juga: Dejan dan Gloria Bidik Juara Vietnam Open 2022, Target 50 Besar Peringkat BWF, Modalnya Ini

Perjanjian tersebut berlaku efektif selama tiga tahun, dan merupakan pembaruan dari perjanjian yang pertama kali disepakati pada 2019 silam.

Halaman:

Editor: Budi Waskito

Sumber: BI, Bank Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI Naikkan Lagi Sukubunga Acuan Jadi 4,75 Persen

Jumat, 21 Oktober 2022 | 12:17 WIB

Bursa Asia Layu, IHSG Melaju ke Level 6.980

Jumat, 21 Oktober 2022 | 09:58 WIB

Telah Dibuka, Pojok Statistik Pertama di Jakarta

Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:17 WIB
X