BI: Kenaikan Sukubunga Agar Inflasi Kembali ke Sasaran pada 2023

- Senin, 26 September 2022 | 14:34 WIB
Pintu masuk utama gedung Bank Indonesia (BI) di Jakarta. (BI)
Pintu masuk utama gedung Bank Indonesia (BI) di Jakarta. (BI)

HALLO BOGOR - Bank Indonesia (BI) mengatakan, kenaikan sukubunga acuan adalah untuk mengembalikan inflasi inti ke sasaran.

Seperti diketahui, BI belum lama ini telah menaikkan kembali tingkat sukubunga acuan atau BI7DRR menjadi 4,25 persen.

Keputusan tersebut dibuat dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung mulai 21 hingga 22 September 2022.

Baca Juga: BTN Catat Laba Rp1,97 Triliun Akhir Agustus, Naik 57,12 Persen

Dalam RDG itu, BI menaikkan kembali sukubunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis points (bps) menjadi 4,25 persen.

BI juga menaikkan tingkat sukubunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,50 persen, dan sukubunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 5,00 persen.

BI menjelaskan, kenaikan sukubunga BI7DRR menjadi 4,25 persen adalah salah satu upaya agar inflasi inti kembali ke sasaran pada paruh kedua 2023.

Baca Juga: Usai IIS 2022, Ikhsan Rumbay, Syabda, Bilqis, Mutiara Siap Tampil di International Challenge Pekan Ini

Adapun angka inflasi inti yang menjadi sasaran BI pada paruh kedua 2023 mendatang adalah 3,0±1 persen, ujar BI dalam sebuah keterangan akhir pekan lalu.

Halaman:

Editor: Budi Waskito

Sumber: BI, Bank Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BI Naikkan Lagi Sukubunga Acuan Jadi 4,75 Persen

Jumat, 21 Oktober 2022 | 12:17 WIB

Bursa Asia Layu, IHSG Melaju ke Level 6.980

Jumat, 21 Oktober 2022 | 09:58 WIB

Telah Dibuka, Pojok Statistik Pertama di Jakarta

Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:17 WIB
X